Paradigma Sosio-kultural Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Kebangsaan

Authors

  • Supiyardi UIN Sunan Gunungjati Bandung
  • Selamet
  • Agus Samsul Nahar UIN Sunan Gunungjati Bandung
  • Ateng Rohendi UIN Sunan Gunungjati Bandung
  • Izzudin Musthafa UIN Sunan Gunungjati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.61444/jsi.v2i01.15

Keywords:

Islamic education, socio-cultural, national character

Abstract

Abstract

Character education is a foundation for building a social society. A nation of character is a nation with morals focused on peace, prosperity and helpfulness to society. The challenge is how Islamic education can strengthen character in accordance with the noble tenets of the nation's cultural values. Against this background, the need to rebuild the Islamic educational paradigm with a socio-cultural approach in shaping the national character is considered. Education must be restored to its hierarchy so that it is consistent with the ideals and goals of national education. This study uses a descriptive qualitative research method of library research type, a research method that explores ideas and theories from the results of searching library documents. From the results of the study it is clear that from a cultural perspective, education forms a cultural paradigm in education. Because education is part of the culturalization process. Education and cultivation are inseparable processes. Therefore, education is part of the humanization process. When building a socio-cultural paradigm, education must be returned to the general guidelines of the nation and the state. Pancasila as a source of national and state knowledge and values should be the basis for educational practice. so that education corresponds to the national character. The values of civility and harmony that constitute the pride of national culture are becoming weaker and increasingly worrisome with the influx of global cultural values. The character and identity of this nation are becoming increasingly unclear due to the increasingly uncertain nature of society. It is hoped that Islamic education can be a solution to realize the character formation of the country's children.

 

Abstrak :

Pembentukan karakter adalah suatu pondasi dalam membangun sosial masyarakat. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang memiliki moral, berorientasi pada perdamaian, kesejahteraan, dan kondusivitas masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana pendidikan Islam dapat membangun karakater sesuai dengan prinsip luhur nilai budaya bangsa. Hal ini menjadi latar belakang pemikiran perlu adanya membangun ulang paradigma pendidikan Islam dengan pendekatan sosio-kultural dalam membentuk karakter bangsa. Pendidikan perlu dikembalikan pada hirarkisnya sehingga sesuai dengan cita-cita dan tujuan pendidikan nasional. Pada kajian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi pustaka (library research) suatu metode penelitian yang mengkaji sebuah pemikiran dan teori dari hasil penelusuran dokumen kepustakaan. Dari hasil kajian bahwa pendidikan dalam perspektif kultural yakni membangun paradigma kultural dalam pendidika. Karena pendidikan adalah bagian dari proses kulturalisasi. Pendidikan dan pembudayaan adalah suatu proses yang tidak terpisahkan. Karena itu pendidikan adalah bagian dari proses humanisasi. Dalam

membangun paradigma sosio-kultural, pendidikan perlu dikembalikan pada pedoman umum berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai sumber dari pengetahuan dan nilai berbangsa dan bernegara, layaknya menjadi landasan dalam praktik pendidikan. sehingga pendidikan sesuai dengan karakter bangsa. Nilai kesantunan dan kerukunan yang menjadi kebanggaan budaya bangsa menjadi lemah dan semakin memprihatinkan seiring dengan masuknya nilai-nilai budaya global. Sehingga karakter dan jati diri bangsa ini semakin tidak jelas disebabkan oleh karakter masyarakat yang semakin tidak menentu. Melalui Pendidikan Islam diharapkan bisa menjadi sebuah solusi untuk mewujudkan pembentukan karakter anak bangsa.

cover

Downloads

Published

2024-06-30