10.61444 Perkembangan Tasawuf di Nusantara
DOI:
https://doi.org/10.61444/jsi.v1i01.3Keywords:
Tasawuf, Perkembangan Tasawuf, NusantaraAbstract
Abstract
Sufism as an integral part of Islamic thought has been known to the people of Indonesia for centuries, paralleling the development of Islam at the end of the 12th century. Although various theories have been raised to determine the beginning of the arrival of Islam, the end of the 12th century can be used as the starting point for the development of Sufism in Indonesia. Archipelago. This research is a type of literature research, in which researchers conduct in-depth studies by reading, researching, and analyzing various types of relevant literature. The mass spread of Islam in Indonesia, especially since the 16th century, was colored by the role of the Sufis. From these Sufi teachers who were directly initiated in the Middle East, the tarekat then experienced a spread through their students, to all regions of Indonesia. Sufi figures who influenced the development of Sufism in Indonesia
Abstrak
Tasawuf sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemikiran Islam telah dikenal masyarakat Indonesia sejak berabad-abad yang lampau, paralel dengan perkembangan Islam di akhir abad 12. Kendati berbagai teori dimunculkan untuk menetapkan awal kedatangan Islam, namun akhir abad 12 dapat dijadikan tonggak awal perkembangan tasawuf di Nusantara. Penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka, di mana peneliti melakukan kajian mendalam dengan membaca, meneliti, dan menganalisis berbagai jenis literatur yang relevan. Penyebaran Islam di Indonesia secara massal, khususnya sejak abad ke-16, diwarnai oleh peranan para sufi. Dari para guru sufi yang langsung diinisiasi di Timur Tengah ini, tarekat kemudian mengalami penyebaran melalui murid-murid mereka, ke seluruh daerah Indonesia.Tokoh-tokoh sufi yang mempengaruhi perkembangan tasawuf di Indonesia
