10.61444 Epistimologi Pendidikan Islam Persepektif Naquib Al-Attas
DOI:
https://doi.org/10.61444/jsi.v1i01.4Keywords:
Epistemology, Islamic Education, Naquib Al-AttasAbstract
Abstract
The hegemony of Western knowledge, which has penetrated the whole world, has also unknowingly penetrated the majority of Muslims. They accept it without deep reflection on the epistemology on which modern science is based. The view that modern science is the sole authority of science is slowly eroding the Islamic view of science. This study uses a literature study approach as the main methodology. Specific characteristics that form the basis for the development of knowledge in this study include a focus on data or text presented in the literature, without involving field data or direct observation through eye witnesses. The epistemology of monotheism described by Naquib describes a scientific approach that integrates elements from sensory experience, the spiritual dimension, intellectual capacity, and intuitive insight as a whole, with the aim of gaining knowledge. It also incorporates the various epistemologies that have been used by theologians, philosophers, and metaphysicians, without giving undue prominence to one particular epistemology. For example, this approach links empirical and rational methods, combines deductive and inductive logic, brings together subjective and objective elements, among other things.
Abstrak
Hegemoni pengetahuan Barat, yang merasuk ke seluruh dunia, tanpa disadari juga merasuki sebagian besar umat Muslim. Mereka menerimanya tanpa refleksi yang mendalam terhadap epistemologi yang menjadi dasar sains modern. Pandangan bahwa sains modern adalah satu-satunya otoritas ilmu pengetahuan secara perlahan mengikis pandangan Islam terhadap ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan sebagai metodologi utama. Karakteristik khusus yang menjadi landasan bagi pengembangan pengetahuan dalam penelitian ini meliputi fokus pada data atau teks yang tersaji dalam literatur, tanpa melibatkan data lapangan atau observasi langsung melalui saksi mata. Epistemologi tauhid yang dijelaskan oleh Naquib menggambarkan suatu pendekatan ilmiah yang mengintegrasikan elemen-elemen dari pengalaman inderawi, dimensi spiritual, kapasitas intelektual, dan wawasan intuitif secara keseluruhan, dengan tujuan mendapatkan pengetahuan. Ini juga mencakup penggabungan berbagai epistemologi yang telah digunakan oleh teolog, filsuf, dan ahli metafisika, tanpa memberikan keunggulan yang berlebihan pada satu epistemologi tertentu. Misalnya, pendekatan ini menghubungkan metode empiris dan rasional, memadukan logika deduktif dan induktif, menyatukan elemen subyektif dan obyektif, serta hal-hal lainnya.
