Konsep Kecerdasan Spiritual Dan Kecerdasan Emosional Persepektif Ibnu Athaillah As- Sakandari
DOI:
https://doi.org/10.61444/jsi.v1i02.8Keywords:
Kecerdasan SpiritualAbstract
Abstract
The ongoing spiritual crisis has had significant consequences, especially in the form of "disorientation" in modern society. In this context, disorientation refers to a feeling of loss of direction and purpose in life, as well as a lack of clarity regarding the roots of human values and origins. This research is a type of library research, which adopts a qualitative approach with a descriptive-analytical focus. Sheikh Ibnu Athaillah did not specifically mention the meaning of spiritual intelligence in his works such as al-Hikam. However, from his explanation of spiritualism, it can be understood that spiritual intelligence is an effort to optimize the potential of human intelligence towards Allah SWT. according to Sheikh Ibnu Athaillah, however, it can be understood that the aim of emotional intelligence is to develop an individual's ability to understand, manage and express emotions well.
Abstrak :
Krisis spiritual yang tengah terjadi telah membawa konsekuensi signifikan, terutama dalam bentuk "disorientasi" pada masyarakat modern. Dalam konteks ini, disorientasi mengacu pada perasaan kehilangan arah dan tujuan hidup, serta ketidakjelasan mengenai akar nilai-nilai dan asal-usul manusia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau library research, yang mengadopsi pendekatan kualitatif dengan fokus deskriptif-analitis. Syekh Ibnu Athaillah tidak secara spesifik menyebutkan makna kecerdasan spiritual dalam karyanya seperti al-Hikam. Namun, dari penjelasannya tentang spiritualisme, dapat dipahami bahwa kecerdasan spiritual adalah usaha untuk mengoptimalkan potensi kecerdasan manusia menuju Allah Swt. menurut Syekh Ibnu Athaillah, Namun, dapat dipahami Tujuan kecerdasan emosional adalah untuk mengembangkan kemampuan individu dalam memahami, mengelola, dan mengungkapkan emosi dengan baik.
